Sudah seperti biasanya dia selalu melakukan kegiatan seperti itu di pagi hari, bangun tidur, membukakan jendela, merebahkan tangannya selebar mungkin sambil memandangi awan, tak lupa aroma teriakkannya yang tidak keras ia sisipkan di sela-sela kegiatannya pagi itu, “ah, masih terlalu pagi, tidur lagi”, begitu melulu kegiatannya di pagi hari dan dia pun bangun kembali bangun setelah cukup tidak sebentar dia tadi tidur. Di siang harinya dia harus pergi meninggalkan rumahnya bukan untuk selamanya, kalau selamanya tamatlah sudah cerita ini. Tapi dia pergi hanya setengah hari untuk menimba ilmu. Dia siapkan beberapa barang yang harus dia bawa, tiduk lupa ia pun membawa kumpulan papan yang ukurannya tidak begitu besar yang jumlahnya ada 9 buah, bentuknya kira kira seperti sebuah raket yang terbuat dari kayu. Ia sisipkan kumpulan papan itu di ketiaknya.
Mulailah ia melangkahkan kakinya dengan penuh rasa percaya diri, teriknya panas mentari pun tak melelehkan rasa percaya dirinya yang membungbung tinggi, yang apabila dibandingkan rasa percaya diri dia dengan menara Eiffel, masih terlalu tinggi menara Eiffel. Singkat cerita sampailah ia di tempat dimana ia tuju dengan kumpulan papan yang turut setia menemani langkah-langkahnya. Singkat cerita lagi terjadi obrolan kecil dikelas barunya itu, “siapa nama kamu” Tanya seseorang kepadanya, “Joni” jawabnya dengan nada meyakinkan dan penuh percaya diri. “siapa nama kamu juga” Joni balik bertanya dengan logat dia yang khas, yang terlalu sulit untuk digambarkan lewat kata-kata logat ia seperti apa. “Badrun” sahut temannya itu. spontan dari perbincangan itu, dan tanpa analisis yang lama ia keluarkan salah satu papan yang selalu ia bawa itu, Nampak tertulis angka 5 yang ia tunjukan pada temannya yang kebenaran bernama Badrun itu, kontan Badrun hanya bisa melongoh melihat apa yang dilihatnya. tidak lupa joni sedikit berkomentar kepada temannya itu yang kebenaran sedang menggenggam blackberry “hp saja masa kini, masa nama kaya gitu”. Temannya pun cukup tersenyum atas kata-kata Joni tersebut. Tidak lama berselang ada seorang perempuan berjalan di dekat mereka, dan tanpa analisis yang berlama-lama seakan-akan itu terjadi begitu saja ia mengacungkan papannya yang tertulis angka 6, dan lagi lagi temannya Badrun hanya bisa melongoh melihat apa yang yang Joni kerjakan, tapi Badrun tidak ingin mangambil pusing akan hal itu, dan percakapan pun berlanjut kembali. Setelah cukup lama, tercium oleh Joni bau parfum yang begitu meyakinkan, seyakin Joni akan kemampuannya sendiri. Dia berpikir, “wah pasti ini perempuan cantik”. Ternyata benar lewat lah perempuan itu dari arah yang berlawanan. Tanpa basa basi ia menyaut perempuan itu “hey, cewe” dan tidak lupa ia layangkan papan andalannya kepada perempuan itu yang bertuliskan angka 8 dan 5. Perempuan itu membalas sautan Joni dengan senyuman manisnya di bumbui sedikit ketidakmengertian, karena dua papan yang Joni acungkan. Sementara itu terlihat Badrun yang sedang menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal, Badrun penasaran akan apa yang temannya lakukan, Badrun yang Nampak sudah Nampak akrab dengan teman barunya itu bertanya akan papan itu. Dengan nada kekota-kotaanya Badrun bertanya, “jon, apa sih itu yang kamu bawa, saya bingung”. Dengan santai dan sedikit kurang meyakinkannya, Joni menjawab “ah, engga run, ini hanya kumpulan papan saja, lumayan lah banyak kegunaannya saya bawa-bawa tiap hari juga”, “emang apa gitu kegunaannya, jon” Badrun semakin penasaran. “wah iyah yakin atuh, ini kalau kamu gerah bisa dijadikan kipas angin run, trus kalo kamu ingin berolah raga, pakai saja ini tinggal beli kok nya saja, jadilah bulu tangkis run, dan satu lagi nih kalau kamu mau menyebrangi jalan dapat menggunakan ini juga” Joni menjelaskan dengan enteng. “hmmm” Badrun hanya bisa berdehem tanda tak puas akan jawaban Joni. “ada lagi ga jon manfaat yang lainnya” Badrun bertanya kembali dengan sedikit menyindir, “ga ada run, paling itu saja, entar juga ada menyusul manfaat-manfaat lainnya yang spontan” jawab Joni.
Dari hari ke hari mereka semakin akrab, seakrab pertemanan antara tsubasa orzzora dan Misaki dalam tokoh kartun Nipon, Tsubasa lekat dengan bola yang ia selalu bawa, Begitu juga Joni yang selalu membawa kumpulan papan itu. Mereka Nampak klop dengan kepercayaan diri mereka dan ledekan-ledekan terhadap orang lain.
Selalu setiap apa yang dia lihat sedapatnya, tidak lupa ia layangkan papan bertuliskan angka-angka itu, tak peduli itu apa, siapa dan dimana, terkecuali terhadap orang tuanya. Senakal-nakalnya ia pun, ia adalah orang yang penurut terhadap orang tuanya. Sudah menjadi hal biasa bagi Badrun akan apa yang dilakukan oleh Joni, Dari mulai ketika Joni melihat foto Badrun di handphone-nya, Cara Badrun berSMSan dengan pacarnya dan seperti saat mereka berpapasan juga Joni selalu melayangkan papan nya, silih bergantian angka yang di layangkan, dan sesempat-sempatnya Joni memberikan sedikit komentar di sela-sela kebiasaannya itu, “ah kamu run, gitu-gitu amat setelan kamu, si amat aja ga gitu-gitu badrun setelannya”. Tapi tetap Badrun tidak mengerti akan hal apa yang sebenarnya di lakukan oleh Joni.
Dan sesekali Badrun beranggapan, ketika joni mengacungkan papannya yang bertuliskan angka 7 kepada Badrun, joni berpikir “oh itu sekarang jam 7” karena kebenaran waktu menunjukan pukul tujuh saat itu, setelah sebelumnya mereka punya janji pada jam tersebut. Dan sesekali pula Badrun mendapatkan betapa benar papan yang selama ini selalu dibawa Joni mempunyai manfaat yang menyusul katanya, seperti saat mereka sedang memesan baso dari kejauhan, di seberang jalan tepatnya, “Bang, pesen baso” teriak Joni sambil memperlihatkan papannya yang bertuliskan angka 2. Dan ketika saat ulangan pun ia manfaatkan ketika ia mau menanyakan soal nomor sekian ia perlihatkan papan nomor sekian. Badrun seketika mengagumi akan apa yang temannya kerjakan. Komentar Badrun yang membuat joni melambung, Joni pun berkata “coba run, pegang papan-papan ini”, “buat apa jon?” Tanya badrun. “pegang saja dulu, terus kamu pilah angka berapa yang pantas buat saya untuk saat ini, coba tunjukan” Joni berkata sedikit serius. “hah!” Badrun melongoh lagi sekejap, dan mengangkat setinggi bahunya, papan Joni yang bertuliskan angka 8, dan spontan berkata “oh, jadi ini papan skor jon, untuk menilai apa yang kamu lihat dan yang kamu dapat?”, “sungguh, sungguh ada ada saja kamu don!!!”, dan Joni pun hanya menjawab pertanyaan sekaligus pernyataan Badrun dengan menaik-turunkan halisnya, bukan dengan menaik-turunkan harga BBM.
Selasa, 23 Februari 2010
1 cerita, 2 berita, 3 derita
Nah yang ini boleh saja lah di sebut curhat ‘mungkin’, seorang pemimpin negara pun tak segan untuk curhat kepada rakyatnya, entah itu pemimpin Negara belahan mana, kenapa dengan saya engga. Seperti biasanya bangun di pagi hari, tepatnya jam sepuluh, jam sepuluh pun itu jam sepuluh lebih, tapi sayangnya saya tidak tahu persis akan lebihnya, jam sepuluh pada saat itu. Dan seperti biasanya juga melakukan ritual-ritual sehabis bangun dari tidur, lihat handphone, yang ga usah di sibutkan merknya bisi di anggap sombong, untuk sekadar memstikan jam berapa ini, dikarenakan saya harus bertolak ke wilayah DU, untuk tolab elmu,
dan ternyata cukup masih lama jam masuknya, saya sempatkan untuk membuka account facebook yang sedang marak meninggalkan penculikan, dan lalu segeralah saya kebawah, tapi bukan ke bawah tanah, kebawah pun hanya untuk mencuci muka, tentunya muka saya bukan muka buku. Seperti biasa lagi tradisi dari hari ke-hari tidak terlewatkan, tidak enak nampaknya sesudah bagun tidur tidak ngupil dulu, oh tapi bukan itu maksudnya tidak enak jikalau sehabis bangun tidur tidak meninyuh, menyetel, nah yang ini paling tepat, ya membuat kopi instan, dan setangkai rokok pun tidak lupa untuk saling melengkapi di pagi itu, pagi yang sebenernya itu sudah terlalu siang.
Dan ternyata habislah waktu saya untuk sejenak mengumpulkan nyawa, setelah sebelumnya terasa sungguh-sungguh ngantuk. Tapi apa daya saya harus sesegera mandi dan pergi ke kampus, yang sebagian orang anggap itu adalah kampus penjara. Dan yang sebelumnya saya persiapkan strategi memelas kepada mamah saya untuk meminta ganti sepatu, ah tapi ternyata strategi tidak berjalan sesuai rencana, ‘mungkin’ dikarenaken si strategi itu tidak punya kaki. Tapi tidak apa lah sekarang tidak jadi besok harus jadi, dan mungkin besoknya berpikir sekarang tidak jadi besok terus jadi dan seterusnya, berpikiran seperti ini lah yang tidak akan menuai hasil, mungkin. Tapi praduga seperti itu mungkin akan efektif saat kita sedang mau ngutang kepada warung, “mang sekarang ngutang dan besok saya bayar”, besoknya lagi “mang sekarang ngutang besok saya bayarnya” dan seterusnya. Terlebih dahulu mengisi perut sebelum benar-benar pergi meninggalkan rumah, walaupun tidak lapar juga.
Mulailah saya tunggangi sepeda motor yang keberadaannya benar-benar baru, ya benar-benar baru saya panaskan tadi sesudah makan, memanaskan pun bukan berarti saya mengejek-ngejek, mentempeleng, atau pun dalam bahasa sunda nya mah itu ngalelewe motor saya supaya dia panas, tapi hanya menekan tombol starter yang saya kerjakan untuk memanaskan motor itu. dan panas lah motor itu tanpa perlu saya ejek pun, tapi sayangnya tidak cukup tahu berapa suhunya saat itu, Nampak seperti orang gila kalau saya berniat untuk mengukur suhu motor itu, tenang saja sepanas gimana pun, motor tidak akan terjangjit DBD.
Seperti biasanya melewati jalur-jalur yang sudah tidak asing lagi untuk sampai ke kampus. Kira-kira disekitar jalan taman sari yang orang kebanyakan singkat menjadi tamsar saya sempat melamun dibuatnya, setelah melihat seorang gelandang yang tengah asiknya makan, entah apa yang beliau makan, sementara tadi saya makan nasi pakai sendok dan piring saya tidak habiskan nasi itu yang kebenaran saya dapat dengan mudah saat itu. ”sudah cukupkah saya mengeluh hari ini, sudahkah saya cukup mengeluh hari ini?”.
Sebenrnya bukan hal itu yang ingin saya tunjukan tapi hal di bawah ini nih,
Di hari yang sama, tapi jamnya berbeda, kira-kira tepat tengah malam, seperti biasa selalu susah untuk hanya bisa memejamkan mata yang merupakan itu adalah sebuah kenikmatan yang kadang orang lupa untuk disadari. Tidak bisa tidur, ya begitulah dari malam berganti malam. Dan lagi-lagi saya berlari kedunia maya untuk mengisi waktu itu, ga salah lagi, account facebook lah yang dibuka. Terpampang 28 notification mengisi berandanya. Tidak jauh-jauh berfikir, pasti ada orang yang menge-Tag-kan foto. Dan ternyata benar dugaan saya ada, lagu lama album baru ketika orang mengetagkan foto, yang menurut sebagian orang itu tidak lah penting. Tapi menurut saya sah sah saja, karena dari segelintir orang yang mengomentari itu bisa membuat saya tertawa. Dan ketika saya dapati saat online itu di salah satu group facebook, lagi lagi dan lagi ketidakmengertian yang saya dapati, selalu disetiap malamnya sebelum tidur, dongeng akan ketidakmengertian. Tidak tahu apa yang harus dilakukan akan ketidakmengertian ini. Ketika saya dapati di salah satu group itu yang Nampak begitu kontra dengan pemimpin Negara saat itu, membuat sebuah berita layaknya di dinding mereka, yang jelas-jelas itu berita yang terpampang ada dua buah itu mungkin bisa mendoktrin orang yang tidak tahu apa-apa akan pandangan terhadap pemimpin negaranya, tak terkecuali juga dengan saya ini. Tidak lupa dikomentari lah itu berita dengan komentar yang agak gak nyambung itu, kasian mereka udah cape-cape. Yang tidak perlu saya sebutkan akan berita tertulis itu.
Nah ini lah letak dimana ketidakmengertian saat itu, yang menyebabkan saya menjadi lebih susah untuk sekedar memejamkan mata. Saya tahu dalam segala sesuatu pasti menyisakan pro dan kontra atau dua sisi berlawanan, tapi akan kah terus begitu jalan ceritanya si A menjatuhkan si B, si B menjatuhkan si C dan seterusnya sampai si Z. dan di satu sisi pemikiran yang lain berkata “ah, namanya juga hidup sudah begini alur ceritanya ” apa kah di amini saja kata-kata itu atau di rubah? Angguk-angguk saja kah atau apa? Huleng!. Maaf bukannya saya so so gitu, bagaimana jika misalkan ini, sudah di takdirkan pemimpinnya si A, tapi tetap saja ada yang mendemo pemimpin tersebut karena merasa tidak puas akan kinerja pemimpin tersebut. Apabila disimpulkan tapi bukan dengan tali, Apakah sipendemo itu menentang jalan cerita yang sudah ditentukan, jalan ceritanya pemimpinnya harus si A atau apa, Nampak si pendemo yang mengeluh akan kinerja pemimpinnya. Dan akhirnya saya harus mengerti, karena ceritanya sudah begitu. Tuhan lebih berkehendak. Di satu waktu saya tidak mengerti dimakan kebodohan saya, di satu waktu yang lainnya saya sudah bisa mengerti dibuatnya.
Dan sebenarnya bukan itu pula yang saya maksudkan, saya Cuma ingin menge-Test kemampuan saya, apakah sudah bisa cepat dalam melakukan pengetikan, dan ternyata belum ada perubahan yang begitu signifikan dalam pengetikannya, masih menggunakan sebelas jari.
dan ternyata cukup masih lama jam masuknya, saya sempatkan untuk membuka account facebook yang sedang marak meninggalkan penculikan, dan lalu segeralah saya kebawah, tapi bukan ke bawah tanah, kebawah pun hanya untuk mencuci muka, tentunya muka saya bukan muka buku. Seperti biasa lagi tradisi dari hari ke-hari tidak terlewatkan, tidak enak nampaknya sesudah bagun tidur tidak ngupil dulu, oh tapi bukan itu maksudnya tidak enak jikalau sehabis bangun tidur tidak meninyuh, menyetel, nah yang ini paling tepat, ya membuat kopi instan, dan setangkai rokok pun tidak lupa untuk saling melengkapi di pagi itu, pagi yang sebenernya itu sudah terlalu siang.
Dan ternyata habislah waktu saya untuk sejenak mengumpulkan nyawa, setelah sebelumnya terasa sungguh-sungguh ngantuk. Tapi apa daya saya harus sesegera mandi dan pergi ke kampus, yang sebagian orang anggap itu adalah kampus penjara. Dan yang sebelumnya saya persiapkan strategi memelas kepada mamah saya untuk meminta ganti sepatu, ah tapi ternyata strategi tidak berjalan sesuai rencana, ‘mungkin’ dikarenaken si strategi itu tidak punya kaki. Tapi tidak apa lah sekarang tidak jadi besok harus jadi, dan mungkin besoknya berpikir sekarang tidak jadi besok terus jadi dan seterusnya, berpikiran seperti ini lah yang tidak akan menuai hasil, mungkin. Tapi praduga seperti itu mungkin akan efektif saat kita sedang mau ngutang kepada warung, “mang sekarang ngutang dan besok saya bayar”, besoknya lagi “mang sekarang ngutang besok saya bayarnya” dan seterusnya. Terlebih dahulu mengisi perut sebelum benar-benar pergi meninggalkan rumah, walaupun tidak lapar juga.
Mulailah saya tunggangi sepeda motor yang keberadaannya benar-benar baru, ya benar-benar baru saya panaskan tadi sesudah makan, memanaskan pun bukan berarti saya mengejek-ngejek, mentempeleng, atau pun dalam bahasa sunda nya mah itu ngalelewe motor saya supaya dia panas, tapi hanya menekan tombol starter yang saya kerjakan untuk memanaskan motor itu. dan panas lah motor itu tanpa perlu saya ejek pun, tapi sayangnya tidak cukup tahu berapa suhunya saat itu, Nampak seperti orang gila kalau saya berniat untuk mengukur suhu motor itu, tenang saja sepanas gimana pun, motor tidak akan terjangjit DBD.
Seperti biasanya melewati jalur-jalur yang sudah tidak asing lagi untuk sampai ke kampus. Kira-kira disekitar jalan taman sari yang orang kebanyakan singkat menjadi tamsar saya sempat melamun dibuatnya, setelah melihat seorang gelandang yang tengah asiknya makan, entah apa yang beliau makan, sementara tadi saya makan nasi pakai sendok dan piring saya tidak habiskan nasi itu yang kebenaran saya dapat dengan mudah saat itu. ”sudah cukupkah saya mengeluh hari ini, sudahkah saya cukup mengeluh hari ini?”.
Sebenrnya bukan hal itu yang ingin saya tunjukan tapi hal di bawah ini nih,
Di hari yang sama, tapi jamnya berbeda, kira-kira tepat tengah malam, seperti biasa selalu susah untuk hanya bisa memejamkan mata yang merupakan itu adalah sebuah kenikmatan yang kadang orang lupa untuk disadari. Tidak bisa tidur, ya begitulah dari malam berganti malam. Dan lagi-lagi saya berlari kedunia maya untuk mengisi waktu itu, ga salah lagi, account facebook lah yang dibuka. Terpampang 28 notification mengisi berandanya. Tidak jauh-jauh berfikir, pasti ada orang yang menge-Tag-kan foto. Dan ternyata benar dugaan saya ada, lagu lama album baru ketika orang mengetagkan foto, yang menurut sebagian orang itu tidak lah penting. Tapi menurut saya sah sah saja, karena dari segelintir orang yang mengomentari itu bisa membuat saya tertawa. Dan ketika saya dapati saat online itu di salah satu group facebook, lagi lagi dan lagi ketidakmengertian yang saya dapati, selalu disetiap malamnya sebelum tidur, dongeng akan ketidakmengertian. Tidak tahu apa yang harus dilakukan akan ketidakmengertian ini. Ketika saya dapati di salah satu group itu yang Nampak begitu kontra dengan pemimpin Negara saat itu, membuat sebuah berita layaknya di dinding mereka, yang jelas-jelas itu berita yang terpampang ada dua buah itu mungkin bisa mendoktrin orang yang tidak tahu apa-apa akan pandangan terhadap pemimpin negaranya, tak terkecuali juga dengan saya ini. Tidak lupa dikomentari lah itu berita dengan komentar yang agak gak nyambung itu, kasian mereka udah cape-cape. Yang tidak perlu saya sebutkan akan berita tertulis itu.
Nah ini lah letak dimana ketidakmengertian saat itu, yang menyebabkan saya menjadi lebih susah untuk sekedar memejamkan mata. Saya tahu dalam segala sesuatu pasti menyisakan pro dan kontra atau dua sisi berlawanan, tapi akan kah terus begitu jalan ceritanya si A menjatuhkan si B, si B menjatuhkan si C dan seterusnya sampai si Z. dan di satu sisi pemikiran yang lain berkata “ah, namanya juga hidup sudah begini alur ceritanya ” apa kah di amini saja kata-kata itu atau di rubah? Angguk-angguk saja kah atau apa? Huleng!. Maaf bukannya saya so so gitu, bagaimana jika misalkan ini, sudah di takdirkan pemimpinnya si A, tapi tetap saja ada yang mendemo pemimpin tersebut karena merasa tidak puas akan kinerja pemimpin tersebut. Apabila disimpulkan tapi bukan dengan tali, Apakah sipendemo itu menentang jalan cerita yang sudah ditentukan, jalan ceritanya pemimpinnya harus si A atau apa, Nampak si pendemo yang mengeluh akan kinerja pemimpinnya. Dan akhirnya saya harus mengerti, karena ceritanya sudah begitu. Tuhan lebih berkehendak. Di satu waktu saya tidak mengerti dimakan kebodohan saya, di satu waktu yang lainnya saya sudah bisa mengerti dibuatnya.
Dan sebenarnya bukan itu pula yang saya maksudkan, saya Cuma ingin menge-Test kemampuan saya, apakah sudah bisa cepat dalam melakukan pengetikan, dan ternyata belum ada perubahan yang begitu signifikan dalam pengetikannya, masih menggunakan sebelas jari.
Gaya wanita saat duduk
Disini saya duduk sambil mengetik bukan untuk so so ro memberi tahu (walau jujur memang di rumah banyak tahu), tapi sekedar untuk……. Apa ya? berbagi apa yang telah saya baca dari sumber terpecaya mungkin, karena kalau bener-bener percaya entarnya musrik lagi, ah haha h. percaya atau tidak akan apa yang saya ketikan ini, jelas sekali itu hak anda, bukan hak saya, apalagi hak sepatu, benarkah begitu. Duduk adalah hal biasa yang sering dilakukan oleh setiap orang dimana saja (tidak perlu saya sebutkan dimana-mananya), kapan saja (tidak perlu saya pula waktunya), dan dengan siapa saja (dan lagi-lagi tidak perlu saya sebutkan dengan siapanya). Bila dilihat sepintas tipe duduk orang khususnya wanita (karena judulnya saja udah ada wanita-wanitanya gitu), ah itu sama saja, kepalanya di atas, pantatnya di bawah (kalau kepala di bawah, pantat di atas itu namanya “nyungseb” dong),
tapi itu hanya sepintas melihatnya, tapi sebenarnya berbeda-beda cara duduk wanita itu, yang menurut ahli riset psikologi itu mengandung arti akan keperibadian orang yang sedang duduk itu.
biasanya gaya duduk ini bukan sengaja diatur, tapi dia melakukannya secara alamiah/tak sadar. Nah simak saja rahasia posisi duduknya, siapa tahu Anda bisa melihat perilaku tersembunyi di balik segala sikapnya pada Anda selama ini :
Duduk manis
Jangan salah, duduk manis bukan berarti dia duduk terus dikerumutin para semut, tapi duduk manis di sini yaitu kalau di gambarkan dengan kata-kata nampak seperti ini, kepala tetap di atas, dengan tangannya di atas lutut atau di kedua pahanya, anteng laiknya anak TK sedang duduk. Duduk seperti itu mengindikasikan bahwa wanita itu mempunyai sifat kekanak-kanakan, Ia pun suka mengkhayalkan hal-hal yang romantis dan seksi. Wanita ini asli romantis (bukan rokok makan haratis). Ia sangat memuja cinta dan mudah terbuai dengan angan-angan. Apalagi jika diminta menjadi isteri seorang saudagar kaya raya muda plus tampan, yang saat melamar membawakannya sekotak berlian - wah, dijamin hatinya akan berbunga-bunga (meski tidak sempat pernah ia tanam benih bunga di hatinya pun, karena itu adalah sebuah peribahasa).
Pada dasarnya wanita yang mempunyai gaya duduk manis ini mempunyai sifat jujur dalam berbagai hal, walau kadang jujur itu menyakitkan. Wanita ini juga bertipe terbuka, terutama untuk urusan busana yang semakin minim busana yang dikenakannya makin jelas apa yang diinginkannya. Si dia ini juga tergolong wanita yang kreatif (jelas bukan kere tapi aktif), apalagi untuk urusan pria yang bakal mendapatkan limpahan cintanya. Ia juga tergolong wanita yang penuh sensasi untuk urusan ranjang, ia terkenal dapat memberikan kreasi-kreasi sensual saat bercinta untuk memberikan kepuasan maksimal pada pasangannya. Karena itu sifatnya hangat, hangat disini bukan berarti dia selalu membawa kompor, obor atau apa saja lah. Dan ia mudah beradaptasi dalam segala situasi kondisi toleransi jangkauan dan pandangan, yang apabila di singkat akan menjadi apa ya?. Ia juga terkenal cemburuan. Apalagi jika kemauannya diacuhkan padahal ia merasa dirinya sudah banyak berkorban.
Duduk kaki sejajar
Gambarannya seperti ini, tetap kepala ada di atas, seluruh tubuhnya di sandarkan ke kursi, dengan posisi kakinya yang sejajar (tapi tidak usah repot-repot untuk mengukur bahwa kakinya benar-benar sejajar, dikira-kira saja lah) dan tertata rapi. Posisi duduk seperti ini menunjukan bahwa dia adalah tipe wanita yang hangat di tempat tidur karena seluruh auranya dipenuhi dengan kasih. Eh salah dengan gairah maksud saya.
Ia tidak segan melakukan apa saja untuk memuaskan pasangannya soalnya ia tipe pejuang yang tinggi untuk urusan cinta. Ia juga bukan tipe wanita yang gampang menyerah. Wanita yang terkenal agresif ini memang suka seradak-seruduk tak seperti banteng dan meninggalkan urusan lain yang menurutnya kurang urgent. Jadi jangan kagett! jika ia melakukan kecerobohan dalam langkahnya. Wanita ini juga tidak gampang dirayu, apalagi terkena rayuan gombal. Kecuali misalnya, jika si perayu itu memberinya sebuah kunci villa lengkap dengan kolam renang dan taman bunga di halaman belakang sebagai kado, maka akan dipertimbangkan sekali lagi rayuan itu, kenapa mempertimbangkannya? ‘mungkin’ si wanita itu berpikir ulang karena yang di kasihkan itu hanya kuncinya saja, coba kalau si pria itu memberi sebuah villa tanpa kunci, dan mungkin juga si wanita ini akan mempertimbangkannya juga. Haha pusing ya, ga usah di pusingkan, ga penting da. tapi begitu ia mengambil keputusan, ia tidak mau ada seorang pun yang menentangnya.
Duduk 'mengundang'
Mengundang, oh dari namanya saja sudah terbayang itu mengundang, bisa mengundang gairah, amarah, kasihah (seharusnya kasihan, tapi sedikit memaksa supaya ngepas, maka jadilah kasihah) dan apah sajah lah yang lainnyah. Dekskripsinya seperti ini, seperti biasa kepala selalu ada di atas ketika duduk, karena tadi saya sempat ketikkan, kalau kepala di bawah itu bukan duduk tapi nyungseb, apa yang seperti itu bisa di katakan duduk mengundang? Jawabannya, ya, itu mengundang rasa kasihan kita terhadapnya. Tapi yang benarnya yang sejalan dengan gaya duduk wanita yang mengundang itu seperti ini nih.
posisi kakinya terbentang lebar kalau orang sunda bilang itu cangegang, bagaimana sudah terbayang? Sudah sejauh manakah anda membayangkannya? Tapi awas jangan membayangkan yang engga-engga ah. hehe. posisi duduk seperti itu serasa 'mengundang' orang-orang sekitarnya untuk memandang daerah samar di dalam pahanya yang mulus itu menandakan bahwa dia merupakan tipe wanita yang selalu ceria, mudah bergaul dan seorang penggoda tulen. Tak jarang penampilannya membuat dada pria berdetak seperti drum-band dengan fantasi sensual yang dapat melambungkan pikirannya ke hal-hal yang terlarang. Tapi jika ia tahu penampilannya dianggap serius, ia dapat berubah menjadi wanita yang jutek dan ketus. Kesannya seperti jinak-jinak merpati saja. Haha.
Sebenarnya wanita yang suka 'mengundang' birahi pria ini tidak tahan dilanda kesepian. Ia menginginkan ada seseorang pria yang selalu siap menghangatkannya setiap saat (seperti kata-kata yang di usung merk salah satu deodorant yang beredar di pasaran). Maka dari itu untuk anda para pria sejati yang tidak selalu merokok rokok bermerk sejati siap sedia cempor atau obor. Supaya bisa selalu menghangatkannya. Emosianya pun mudah terhanyut ke hal-hal yang romantis, sebab perasaannya itu terlalu melankolis dan terkesan mendayu-dayu. Apalagi jika ia tahu Anda memberikan perhatian besar. Maka perasaan melankolisnya itu akan berubah sekejap ke arah yang lebih 'mengundang' lagi.
Duduk di Pinggir
Menurut pakar psikologi wanita yang cara duduknya Nampak seperti ini, yaitu sukanya duduk mojok, di pinggiran kursi , atau di bibir (ujung) kursi dengan posisi kaki yang tertata rapi, semoga terbayang gimana si wanita itu duduk, jangan yang mengundang saja yang sungguh-sungguh di bayangkannya, wanita ini tergolong wanita yang bijaksana dan baik hati. Ia tak segan membantu orang yang memerlukannya.
Ia juga termasuk orang yang mudah percaya dengan janji-janji tanpa perlu embel-embel bukti. Ini mengakibatkan wanita ini termasuk wanita yang gampang dikibuli dan mudah termakan rayuan gombal para den . Karena cukup dengan kata cinta dan janji-janji yang cukup dapat menyebabkannya hanyut saja sudah dapat membuatnya lupa daratan karena kasmaran.
Wanita ini juga termasuk orang yang peka dan mudah bereaksi cepat jika ia tahu ada pria yang memberikan perhatian lebih padanya. Ditambah lagi, wanita ini tergolong orang yang tidak tega menolak cinta, sehingga ‘terkesan’ wanita gampangan dan karena itu ia sering terperangkap dalam masalah yang bakal ia sesali setelah ia kembali kedunia nyata.
Duduk Menyilang
Pasti anda tahu bagaimana duduk menyilang itu, tapi apa salahnya saya mengambarkannya lagi dengan kata-kata tapi, seperti biasa lagi kepala selalu di atas saat duduk, kakinya saling tumpang tindih dengan lutut, kaki kanan di atas kaki kiri, atau sebaliknya sama saja itu menyilang. Gaya duduk wanita seperti ini menandakan bahwa wanita ini adalah seorang yang istiqomah kalau bahasa arabnya tapi kalau bahasa indonesianya itu yeguh pendirian. Ia tidak mudah tergoda dan tertipu oleh rayuan pulau timun suri. Dan ia pun sangat fasih dalam melihat mana yang gombal dan mana yang dapat di andalkannya. Jeli mengukur ketebalan dompet pria, bukan berarti dia selalu sedia bawa penggaris kemana-mana lah. Maklum saja, soalnya ia termasuk tipe yang sangat concern (hati-hati) dalam menguji dan mengkalkulasi segala keuntungan yang bakal ia dapatkan sebelum membuat keputusan. Apalagi ia termasuk wanita yang tidak mau menyesal ataupun me-revisi kekurangan-kekurangan pasangannya nanti. Begitu ia yakin pasangannya dapat diandalkan, ia tidak akan ambil pusing lagi untuk jatuh ke dalam dekapannya.
selain itu Ia juga merupakan wanita yang anti diberi nasihat. Kenapa? Karena ia merasa bahwa dirinya paling benar dalam urusan apapun. Untuk itu ia tergolong orang yang egois dan sangat mementingkan dirinya sendiri. Tapi jika pasangannya dapat memberikannya kehidupan yang makmur seumur hidupnya, tidak peduli usia pasangannya mirip dengan ayahnya, akan tetap dinikahi juga. Tapi bukan berarti ia seorang materialistis sejati, ini hanya sekedar perumpamaan bung bahwa ia ini tipe wanita yang berpendirian dan tidak mudah goyah dengan godaan-godaan yang akan membuat dirinya tidak Pede dengan pria pilihannya. Karena ia seorang wanita yang terkenal sabar dan rajin dalam melakukan kegiatan-kegiatannya.
sumber : http://www.indowebster.web.id
tapi itu hanya sepintas melihatnya, tapi sebenarnya berbeda-beda cara duduk wanita itu, yang menurut ahli riset psikologi itu mengandung arti akan keperibadian orang yang sedang duduk itu.
biasanya gaya duduk ini bukan sengaja diatur, tapi dia melakukannya secara alamiah/tak sadar. Nah simak saja rahasia posisi duduknya, siapa tahu Anda bisa melihat perilaku tersembunyi di balik segala sikapnya pada Anda selama ini :
Duduk manis
Jangan salah, duduk manis bukan berarti dia duduk terus dikerumutin para semut, tapi duduk manis di sini yaitu kalau di gambarkan dengan kata-kata nampak seperti ini, kepala tetap di atas, dengan tangannya di atas lutut atau di kedua pahanya, anteng laiknya anak TK sedang duduk. Duduk seperti itu mengindikasikan bahwa wanita itu mempunyai sifat kekanak-kanakan, Ia pun suka mengkhayalkan hal-hal yang romantis dan seksi. Wanita ini asli romantis (bukan rokok makan haratis). Ia sangat memuja cinta dan mudah terbuai dengan angan-angan. Apalagi jika diminta menjadi isteri seorang saudagar kaya raya muda plus tampan, yang saat melamar membawakannya sekotak berlian - wah, dijamin hatinya akan berbunga-bunga (meski tidak sempat pernah ia tanam benih bunga di hatinya pun, karena itu adalah sebuah peribahasa).
Pada dasarnya wanita yang mempunyai gaya duduk manis ini mempunyai sifat jujur dalam berbagai hal, walau kadang jujur itu menyakitkan. Wanita ini juga bertipe terbuka, terutama untuk urusan busana yang semakin minim busana yang dikenakannya makin jelas apa yang diinginkannya. Si dia ini juga tergolong wanita yang kreatif (jelas bukan kere tapi aktif), apalagi untuk urusan pria yang bakal mendapatkan limpahan cintanya. Ia juga tergolong wanita yang penuh sensasi untuk urusan ranjang, ia terkenal dapat memberikan kreasi-kreasi sensual saat bercinta untuk memberikan kepuasan maksimal pada pasangannya. Karena itu sifatnya hangat, hangat disini bukan berarti dia selalu membawa kompor, obor atau apa saja lah. Dan ia mudah beradaptasi dalam segala situasi kondisi toleransi jangkauan dan pandangan, yang apabila di singkat akan menjadi apa ya?. Ia juga terkenal cemburuan. Apalagi jika kemauannya diacuhkan padahal ia merasa dirinya sudah banyak berkorban.
Duduk kaki sejajar
Gambarannya seperti ini, tetap kepala ada di atas, seluruh tubuhnya di sandarkan ke kursi, dengan posisi kakinya yang sejajar (tapi tidak usah repot-repot untuk mengukur bahwa kakinya benar-benar sejajar, dikira-kira saja lah) dan tertata rapi. Posisi duduk seperti ini menunjukan bahwa dia adalah tipe wanita yang hangat di tempat tidur karena seluruh auranya dipenuhi dengan kasih. Eh salah dengan gairah maksud saya.
Ia tidak segan melakukan apa saja untuk memuaskan pasangannya soalnya ia tipe pejuang yang tinggi untuk urusan cinta. Ia juga bukan tipe wanita yang gampang menyerah. Wanita yang terkenal agresif ini memang suka seradak-seruduk tak seperti banteng dan meninggalkan urusan lain yang menurutnya kurang urgent. Jadi jangan kagett! jika ia melakukan kecerobohan dalam langkahnya. Wanita ini juga tidak gampang dirayu, apalagi terkena rayuan gombal. Kecuali misalnya, jika si perayu itu memberinya sebuah kunci villa lengkap dengan kolam renang dan taman bunga di halaman belakang sebagai kado, maka akan dipertimbangkan sekali lagi rayuan itu, kenapa mempertimbangkannya? ‘mungkin’ si wanita itu berpikir ulang karena yang di kasihkan itu hanya kuncinya saja, coba kalau si pria itu memberi sebuah villa tanpa kunci, dan mungkin juga si wanita ini akan mempertimbangkannya juga. Haha pusing ya, ga usah di pusingkan, ga penting da. tapi begitu ia mengambil keputusan, ia tidak mau ada seorang pun yang menentangnya.
Duduk 'mengundang'
Mengundang, oh dari namanya saja sudah terbayang itu mengundang, bisa mengundang gairah, amarah, kasihah (seharusnya kasihan, tapi sedikit memaksa supaya ngepas, maka jadilah kasihah) dan apah sajah lah yang lainnyah. Dekskripsinya seperti ini, seperti biasa kepala selalu ada di atas ketika duduk, karena tadi saya sempat ketikkan, kalau kepala di bawah itu bukan duduk tapi nyungseb, apa yang seperti itu bisa di katakan duduk mengundang? Jawabannya, ya, itu mengundang rasa kasihan kita terhadapnya. Tapi yang benarnya yang sejalan dengan gaya duduk wanita yang mengundang itu seperti ini nih.
posisi kakinya terbentang lebar kalau orang sunda bilang itu cangegang, bagaimana sudah terbayang? Sudah sejauh manakah anda membayangkannya? Tapi awas jangan membayangkan yang engga-engga ah. hehe. posisi duduk seperti itu serasa 'mengundang' orang-orang sekitarnya untuk memandang daerah samar di dalam pahanya yang mulus itu menandakan bahwa dia merupakan tipe wanita yang selalu ceria, mudah bergaul dan seorang penggoda tulen. Tak jarang penampilannya membuat dada pria berdetak seperti drum-band dengan fantasi sensual yang dapat melambungkan pikirannya ke hal-hal yang terlarang. Tapi jika ia tahu penampilannya dianggap serius, ia dapat berubah menjadi wanita yang jutek dan ketus. Kesannya seperti jinak-jinak merpati saja. Haha.
Sebenarnya wanita yang suka 'mengundang' birahi pria ini tidak tahan dilanda kesepian. Ia menginginkan ada seseorang pria yang selalu siap menghangatkannya setiap saat (seperti kata-kata yang di usung merk salah satu deodorant yang beredar di pasaran). Maka dari itu untuk anda para pria sejati yang tidak selalu merokok rokok bermerk sejati siap sedia cempor atau obor. Supaya bisa selalu menghangatkannya. Emosianya pun mudah terhanyut ke hal-hal yang romantis, sebab perasaannya itu terlalu melankolis dan terkesan mendayu-dayu. Apalagi jika ia tahu Anda memberikan perhatian besar. Maka perasaan melankolisnya itu akan berubah sekejap ke arah yang lebih 'mengundang' lagi.
Duduk di Pinggir
Menurut pakar psikologi wanita yang cara duduknya Nampak seperti ini, yaitu sukanya duduk mojok, di pinggiran kursi , atau di bibir (ujung) kursi dengan posisi kaki yang tertata rapi, semoga terbayang gimana si wanita itu duduk, jangan yang mengundang saja yang sungguh-sungguh di bayangkannya, wanita ini tergolong wanita yang bijaksana dan baik hati. Ia tak segan membantu orang yang memerlukannya.
Ia juga termasuk orang yang mudah percaya dengan janji-janji tanpa perlu embel-embel bukti. Ini mengakibatkan wanita ini termasuk wanita yang gampang dikibuli dan mudah termakan rayuan gombal para den . Karena cukup dengan kata cinta dan janji-janji yang cukup dapat menyebabkannya hanyut saja sudah dapat membuatnya lupa daratan karena kasmaran.
Wanita ini juga termasuk orang yang peka dan mudah bereaksi cepat jika ia tahu ada pria yang memberikan perhatian lebih padanya. Ditambah lagi, wanita ini tergolong orang yang tidak tega menolak cinta, sehingga ‘terkesan’ wanita gampangan dan karena itu ia sering terperangkap dalam masalah yang bakal ia sesali setelah ia kembali kedunia nyata.
Duduk Menyilang
Pasti anda tahu bagaimana duduk menyilang itu, tapi apa salahnya saya mengambarkannya lagi dengan kata-kata tapi, seperti biasa lagi kepala selalu di atas saat duduk, kakinya saling tumpang tindih dengan lutut, kaki kanan di atas kaki kiri, atau sebaliknya sama saja itu menyilang. Gaya duduk wanita seperti ini menandakan bahwa wanita ini adalah seorang yang istiqomah kalau bahasa arabnya tapi kalau bahasa indonesianya itu yeguh pendirian. Ia tidak mudah tergoda dan tertipu oleh rayuan pulau timun suri. Dan ia pun sangat fasih dalam melihat mana yang gombal dan mana yang dapat di andalkannya. Jeli mengukur ketebalan dompet pria, bukan berarti dia selalu sedia bawa penggaris kemana-mana lah. Maklum saja, soalnya ia termasuk tipe yang sangat concern (hati-hati) dalam menguji dan mengkalkulasi segala keuntungan yang bakal ia dapatkan sebelum membuat keputusan. Apalagi ia termasuk wanita yang tidak mau menyesal ataupun me-revisi kekurangan-kekurangan pasangannya nanti. Begitu ia yakin pasangannya dapat diandalkan, ia tidak akan ambil pusing lagi untuk jatuh ke dalam dekapannya.
selain itu Ia juga merupakan wanita yang anti diberi nasihat. Kenapa? Karena ia merasa bahwa dirinya paling benar dalam urusan apapun. Untuk itu ia tergolong orang yang egois dan sangat mementingkan dirinya sendiri. Tapi jika pasangannya dapat memberikannya kehidupan yang makmur seumur hidupnya, tidak peduli usia pasangannya mirip dengan ayahnya, akan tetap dinikahi juga. Tapi bukan berarti ia seorang materialistis sejati, ini hanya sekedar perumpamaan bung bahwa ia ini tipe wanita yang berpendirian dan tidak mudah goyah dengan godaan-godaan yang akan membuat dirinya tidak Pede dengan pria pilihannya. Karena ia seorang wanita yang terkenal sabar dan rajin dalam melakukan kegiatan-kegiatannya.
sumber : http://www.indowebster.web.id
Langganan:
Komentar (Atom)